as Long as You Love Me

title     : as Long as You Love me..

author : neul hyo

cast    : Wooyoung, Ji Eun

Dipagi yang semula sunyi, dan ditengah mimpi Ji Eun yang indah, Ji Eun dibangunkan oleh suara Uma,

“Eun.. bagun, apa kau sudah sembuh…”

“belum Uma, kepalaku juga masih sedikit sakit…??”

“ehm… coba Uma pegang kepalamu apa masih panas..?”

“ bagaiman Uma apa aku masih demam..? “

“sudah tidak terlalu panas, Uma ingin bertanya sesuatu padamu..?”

“apa Uma..?” tanya Ji Eun penasaran

“apa kamu sekarang sudah punya pacar..?”

“eh..eh.. kenapa Uma bertanya seperti itu padaku.. bukankah aku sudah pernah mengatakan kalau aku belum punya pacar..!!?”Ji Eun mencoba mengelak namun sepertinya Uma tidak percaya,

“lalu yang dibawah itu siapa,? Jangan bohong..?”

“memang ada siapa dibawah..?”

“ada seorang namja yang mencarimu dibawah, apa dia pacarmu..dan namanya Jang Wooyoung ?”

“Jang Wooyoung.. benarkah dia ada disini..? apa Uma marah..?”

“kenapa Uma harus marah, kenapa kamu tidak memperkenalkan dia pada Uma..?”

“maaf Uma, Ji Eun pikir Uma akan memarahiku jika Ji Eun mempunyai seorang pacar..?”

“tentu saja tidak, .. uma rasa kamu sudah cukup dewasa untuk memiliki seorang pacar?”

“maafkan Ji Eun, Uma…?”

“ya sudah, cepat turun kebawah sebelum Oppa mu pulang karena terlalu lama menunggumu..?”

“Uma.. “

“sudahlah cepat temui dia ..?”

Ji Eun menuruni tangga dengan tergesa-gesa karena tidak hati-hati Ji Eun hampir terjatuh, Woyoung yang sejak tadi berada diruang tamu menunggu Ji Eun turun, segera menangkap Ji Eun yang hampir jatuh saat menuruni tangga.

“apa kau tidak apa-apa Ji Eun..”

“aku tidak apa-apa ,Wooyoung Oppa … aku masih tak percaya..apakah ini benar-benar kau..?”

“kenapa, ini benar-benar aku, ada apa denganmu… baru tak bertemu denganku tiga hari saja kau sudah seperti ini..”

“ya aku sangat menghawatirkanmu, Oppa.. kudengar kau sakit.. kau sakit apa..maaf aku tak pernah menelfon mu karna aku juga demam dua hari ini..?”

“ya tidak apa-apa..biasa aku hanya kelelahan saja, sehabis kau ajak hujan-hujannan tiga hari lalu ditambah kau pingsan ditengah jalan, jadi aku harus mengendongmu sampai rumah… bagaimana keadaanmu..?”

“sekarang aku sudah baikan, bagaimana denganmu Oppa… ? maaf Oppa.., aku telah membuatmu sakit..”

“syukurlah ! sudah lah tidak apa-apa aku rela sakit demi peri kecil yang selalu membuatku bahagia.. jagan menangis Eun..” sambil mengusap air mata Ji Eun … dan kembali memeluknya..

“tapi Oppa…. apa kau sudah benar-benar sembuh… sampai bisa ke rumahku…”

“sebenarnya aku masih sedikit sakit, tapi aku akan lebih sakit jika aku tak bertemu denganmu, apa kau tak suka jika aku kerumahmu..?“

“tidak, justru aku sangat senang kau ada disini … tapi kenapa begitu…?”

“kau ini terlalu polos, jika berpacaran denganku, yang terkenal sebagai pria tertampan di sekolah..”sambil menatap Ji Eun tajam

“apa maksudmu…? apa kau menyesal telah memilihku….?”

“ya aku menyesal, jika kau masih seperti ini…”sambil tertawa lirih

“Oppa, benarkah….”

“aduh kau ini, aku hanya bercanda.. aku tak pernah menyesal telah memilihmu, karna ku tau kau yang terbaik untukku… sudahlah jangan menangis lagi, apa kau tidak takut jika air matamu habis nantinya….” sambil mengusap air mata Ji Eun yang terus menetes dari tadi..

*********

Flash back..

“JANG WOOYOUNG saranghaeyo..”

“kenapa kau bilang didepanku..? kalau berani temui dia dan katakan itu padanya..!!” sambil menunjuk ke arah Wooyoung

“apa kau gila..!! apa kau berniat untuk membunuhku… Kim Ki Ki”

“tentu saja tidak ! dasar kau ini, apa dengan mengatakan itu didepannya kenapa kau bisa mati..? tidak masuk akal !”

“bukan begitu maksudku..!!”

“kalau begitu apa..? tapi kalau benar mengatakan itu didepannya bisa membuat orang mati, hebat sekali dia, bahkan dia lebih hebat daripada pembunuh yang harus menggunakan pistol atau pisau untuk membunuh orang… benar-benar hebat..!!”

“kau ini, pria setampan dia tidak mungkin bisa membuat orang mati..!!” sambil memukul kepala Ki Ki dengan pensil

“aduhh.. kenapa kau harus memukulku..!! bukankah tadi katamu kau bisa mati..!!”

“huft.. sudahlah lupakan..!”

Teng..teng..teng..

“akhirnya istirahat juga, apa katamu lupakan.. kau akan melupakan Jang Wooyoung..?” dengan tatapan sedikit mengejek

“kau ini benar-benar …….”

“ah sudahlah ayo kita ke kantin..!! sambil menarik tangan Ji Eun

“sebentar tunggu Oppa keluar, lalu kita dibelakangnya, OK..!!”

“apa katamu Oppa, kau ini benar-benar gila..tapi baiklah daripada aku ke kantin sendirian..”

Setiap hari Ji Eun selalu melakukan hal yang sama saat istirahat, menunggu Wooyoung ke perpustakaan sambil mengikitinya dari belakang.

Jang Wooyoung adalah seorang namja tampan dari kelas 10A, siapa yang tak kenal dia, dia selalu menjadi bintang dikelas, bukan hanya karena ketampanannya, dia juga terkenal sebagai anak paling cerdas di sekolah, dia selalu mendapat rengking 1 dan selalu memenangkan semua Olimpiade yang diikutinya… sifatnya yang manis dan tidak angkuh membuat semua orang menyukainya seperti Ji Eun juga…

Hingga pada suatu saat, Wooyoung telah menyadari bahwa Ji Eun juga menyukainya…

“apa kau juga menyukaiku Ji Eun….?”

Suara yang tak asing lagi untuk Ji Eun, dan membuat Ji Eun mengentikan langkahnya, dan saat Ji Eun berbalik, ternyata..

“Jang Wooyoung..??” dengan wajah tak percaya..

“ya, apa kau juga menyukaiku.. kumohon jawablah bertannyaanku ini..?”

“memangnya kenapa, apa yang membuatmu bertannya seperti itu kepadaku..?”dengan tatapan tajam..

“aku hanya ingin memastikan saja… karena sikapmu denganku sedikit berbeda dengan yang lain, ”

“memastikan apa,..sikap yang berbeda bagaimana..?” dengan wajah bingung..

“sudah jawab saja pertannyaan ku tadi…”

“bagaimana bisa aku menjawab pertannyaan mu, jika kau juga tak mau menjawab pertannyaanku, itu tidak adil !”

“baiklah jika kau juga ingin mendengar jawabanku.. datanglah ke taman pukul empat nanti, maka kau akan mengetahui jawabannya…?”

“baiklah, tapi …..”

“tapi apa.. apa kau tidak mau.. apa kau takut kalau aku berbohong dan mengerjaimu disana…?”

“ya begitu lah,.. tak mungkin seorang Jang Wooyoung mau bertemu denganku,.. apalagi kau adalah bintang kelas…?”

“apakah ini salah, kita juga sama-sama manusia kan,.. apa yang salah.. baiklah aku akan menunggumu ditaman pukul empat, datanglah…” sambil berlari meninggalkan Ji Eun yang masih kebingungan

“jangan lupa kau harus berdandan yg cantik dan berpakaian yang rapi ya..

***********

Setelah mandi, memakai pakaian dan sedikit berdandan, Ji Eun segera berangkat. Karena tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah Ji Eun, dia hanya berjalan untuk bisa sampai ke taman.

Kini pukul 03.45 ya kurang limabelas menit, Ji Eun mulai berjalan menyusuri jalanan yang lengang.. tak terasa Ji Eun sudah sampai di taman yang dijanjikan oleh namja itu…

“dimana dia, kini sudah jam 04.00 tepat…? apa dia akan benar-benar datang? Huft… bodoh sekali aku ini, dia tak mungkin datang !” sambil memukul-mukul kepalanya

Tiba tiba dari arah belakang ada seseorang yang menyapa Ji Eun..

“annyeong, akhirnya kau datang juga ..?”

“ah… ya, kau mengaget kan aku saja… ?”sambil berbalik

Ji Eun yang menggunakan celana jeans pendek dan T-shirt berwarna biru dengan ditambah bando pita berwarna biru yang menghias rambutnya, Ji Eun benar-benar  terlihat sangat cantik dan cute,  Sampai-sampai Jang Wooyoung tidak mengenali Ji Eun.

“apakah kau benar-benar Lee Ji Eun..”

“tentu saja, apa kau pikir aku ini setan hah.. apa kau tak mengenaliku..? kenapa kau melihatku seperti itu ? apa aku terlihat begitu aneh..?”

“tidak, kau justru terlihat sangat cantik..!”

“benarkah, ah.. sudahlah jangan membuatku GR !”

“tapi hari ini kau benar-benar terlihat sangat cantik, ehm.. bagaimana kalau kita pergi kesana..?”sambil menunjuk sebuah bangku taman yang dekat dengan air mancur..”

“ehm.. baiklah..”

Dan tanpa Ji Eun sangka Wooyoung mengandengnya, dag dig dung hati Ji Eun..mulai tak karuan, dan Ji Eun mulai menghayal dengan imajinasinya yang tak jelas. Namun saat mereka akan menuju ke tempat yang ditunjuk oleh Wooyoung  tiba-tiba ada seseorang yang menabrak Ji Eun.. hingga Ji Eun terjatuh..

“aduhhh.. sakit sekali, “

“maaf-maaf aku tidak sengaja, sekali lagi maafkan aku…” bergegas pergi meninggalkan Ji Eun yang kesakitan..

“ bukankah kau anak 10C, dan namamu….” belum selesai aku bicara dia sudah pergi dan tak terlihat lagi…

“ah..lututmu berdarah, apa kau bisa berjalan..?”

“aduhh, sepertinya tidak, lututku sakit sekali… ehm apa aku tak terlihat hingga anak tadi menabrakku..?”

“bagaimana kalau aku mengendongmu saja, ..entahlah”

“tidak usah..”

“ehm bagaimana kalau aku memapahmu saja.?”

“baiklah, maaf aku sudah merepotkanmu”

“ tapi bukankah dia anak yang kemarin memberimu surat itu, dan namanya…Min Kwang…?” sambil memapah Ji Eun menuju bangku taman..

“ benarkah… , tapi aku tak terlalu kenal dengan anak itu, ..”

“atau dia cemburu melihat kita berdua disini..”

“ah.. tak mungkin.. tapi bagaimana dia tau kalau kita ad disini…? sepertinya tadi  tidak ada orang lain..”

“entahlah, tapi sebentar aku akan membeli obat dulu…tunggulah disini..?”

“ehm, baiklah, maaf sudah merepotkanmu…”

“tak apa..?”

*************

Teng..teng..teng..

Bel sekolah telah berbunyi, saat yang palingditunggu-tunggu oleh para siswa di SMA Kirin, ya saat pulang sekolah adalah saat yang paling ditunggu-tunggu.. namun dari tadi hujan tak kunjung reda, malah bertambah deras saja…

Ji Eun yang dari tadi menunggu hujan reda di halte bis dekat sekolah merasa khawatir karena bukannya tambah reda malah tambah deras…

“aishh… bagaimana aku pulang jika hujan tak kunjung reda malah bertambah deras seperti ini..” pikirnya..

5 menit, 10 menit, dan 30 menit ….

“kenapa hujan ini tak kunjung reda, bagaimana ini.. andaikan ada seorang pangeran yang membawakan aku payung untukku pulang…. namun sepertinya sudah tak ada orang disini..” sambil menatap hujan yang kian deras dan mencoba menghangatkan tubuhnya sendiri..

Tapi tiba-tiba ada seorang namja yang memeluk Ji Eun dari belakang… Ji Eun yang kaget berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan namja itu,

“aishh.. siapa ini apa kau penculik, atau kau adalah setan…..”

“aduh kau ini kenapa, sepertinnya kau tadi berharap ada pangeran yang menghampirimu… ini pangerannya sudah datang… “ sambil membalikkan badan Ji Eun kearahnya..

“ya.. ternyata kau… memang aku tadi berharap ada seorang pangeran yang datang… tapi apakah pangeran itu kau..”

“mungkin, apakah kau merasa kedinginan Eun, pakailah jaketku ini agar kau merasa sedikit hangat…”

“ya.. begitu lah… gumawo… kenapa kau tak pulang…”

“mungkin sebentar lagi setelah hujan reda, aku juga sedang menunggu seseorang…?”

“hah.. siapa yang kau tunggu..?” dengan tatapan sinis dan penuh curiga..

“kau pasti tau, tapi kenapa wajahmu berubah seperti itu, apa kau cemburu….?”

“cemburu…. untuk apa aku cemburu kau juga bukan pacarku, kenapa aku harus cemburu..?”

“benarkah, ya sudah ayo aku antar pulang sekarang,..”

“ya .. “(apakah dia benar-benar tidak tau perasaan ku ini.. setelah semua yang telah aku lewati bersamanya… ahh jahat sekali dia)bantin Ji Eun dalam hati..

Awalnya tak satu patah katapun yang terucap dari bibir Ji Eun, dan akhirnya Wooyoung  memulai pembicaraan.

“apa kau marah dengan kata-kataku tadi…?”

“mungkin.. apa kau tetap tak mengerti..?”

“tak mengerti, apa maksudmu ..?”

“sudahlah lupakan saja..”

Ji Eun menundukkan wajahnya dan berusaha mengatur nafasnya. Dia memang belum siap untuk mengungkapkannyasekarang, tapi kapan lagi dia bisa seperti ini dengan Wooyoung.

“Wooyoung-ssi, aku ingin mengatakan sesuatu”

“mengatakan apa” jawab Wooyoung tanpa menoleh.

Ji Eun kembali mengatur nafasnya .

“aku menyukaimu”

Ji Eun kini tertunduk malu, dan nafasnya mulai tak beraturan .

“apa ? aku tak mendengarmu”

“aku menyukaimu” Ji Eun mengucapkan kalimat yang mungkin bisamembuat jantungnya copot.

Tapi Wooyoung tetap santai dan tenang .

“kau bilang apa ? suara hujannya mengalahkan suaramu”

Ji Eun mulai kesal, dan kali ini dia tetap siap mengucapkan kalimat itu dengan nada lebih tinggi agar Wooyoung tak memintanya untuk mengulanginya lagi.

“aku me……”

Belum sempat Ji Eun menyelesaikan kalimatnya. Tanpa Ji Eun tau Wooyoung menjatuhkan payung yang tadinya melindungi mereka dari hujan dan tiba-tiba ia meras asesuatu yang basah menempel di bibirnya. Ia membuka matanya dan terkejut saat melihat bibir wooyoung dan bibirnya hanya berjarak 0,001

Namun karna ini baru pertama kalinya, Ji Eun merasa kaget dan mendorongn Wooyoung menjauhi wajahnya..

“Oppa apa yang kau lakukan…”

“apa ini belum jelas untukmu..?”

“tapi kenapa, apa kau juga menyukaiku…?”

“menurutmu bagaimana…?”

“aku tak tau, aku baru sekali ini melakukannya…”

“benarkah…”

“ya, sudah berapa kali kau melakukan ini pada orang lain…”

“apa kau benar-benar ingin tau..”

“tentu saja,”

“aku juga baru perama kali melakukan ini”

“benarkah…”

“apa kau tidak percaya padaku?”

“tentu saja tidak, kau selalu dikelilingi yeoja yang cantik! Tak mungkin kalau kau baru pertama kali melakukan ini !!”

“terserah kau sajalah, tapi aku benar-benar baru pertama kali melakukan ini !”

Tiba-tiba Ji Eun yang berada tepat di depan Wooyoung jatuh pingsan karena terus-terusan kehujanan. Wooyoung yang melihat Ji Eun jatuh pingsan segera mengendong Ji Eun dan mengantarnya pulang kerumah.

Flas back end.

*************

“sudah umma katakan, lain kali bangunlah lebih pagi. Jadi tak setiap hari telat begini”

“ah~ sudahlah umma, aku berangkat dulu. Annyeong~”

“Eiissh anak itu benar-benar…. aish”

_____

“Aigoo,,, aigoo,, kenapa sepi sekali?? Apa semua siswa sudah masuk kelas?”

Ji Eun mempercepat langkahnya. ia berlari di tengah lorong sekolah, suara hentakan sepatunya menggema ke segala penjuru sekolah. Tapi disisi lain ada orang lain yang juga menhentakkan kakinya dengan keras, tak kalah keras dengan suara sepatu Ji Eun.

Hingga mereka berdua bertemu di pertigaan lorong…

BRUK…

“aww… “

Ji Eun mengelus kepalanya. Ia mendongakkan kepala dan mendapati ternyata Wooyoung yang juga baru berangkat.

“kenapa kau baru berangkat..?” tanya Ji Eun penasaran

Bukannya menjawab pertannyaan Ji Eun malahan Wooyoung menarik tangan Ji Eun menuju kelas.

Sambil berlari menuju kelas “sudahlah nati saja kujelaskan kalau kita sudah sampai di kelas, toh tempat duduk kita juga dekat kan..?”

“ehm baik lah,.. “

Tok..tok..tok..

“permisi pak, maaf kami terlambat..”

“kenapa kalian bisa terlambat..?”

“maaf pak saya bangun kesiangan…” jawab Wooyoung dan Ji Eun hampir bersamaan

“ehm, baiklah silahkan duduk..! dan buka PR kalian..!”

************

Dua minggu lagi akan diadakan camping ,anak-anak masih ribut dengan siapa kelompok mereka nantinya. Dan hari ini juga akan diumumkan pembagian kelompok camping. Pukul 10:00

“tes..tes..tes.. diumumkan kepada seluruh siswa kelas XI untuk berkumpul di aula sekolah untuk pembagian kelompok Camping. Terimakasih”

Anak-anak berhamburan keluar dari kelas menuju ke Aula sekolah.

“anak-anak sekarang Bapak akan mengumumkan siapa saja kelompok kalian, untuk ketua kelas silahkan maju kedepan mengambil kertas yang isinya kelompok kalian nantinya..”

************

2minggu kemudian…

“anak-anak apa kalian sudah siap….!!!

“siap pak..!!!

“apa barang-barang kalian sudah lengkap..”

“sudah pak..”

“baiklah mari kita berdoa terlebih dahulu sebelum kita berangkat… berdoa mulai… cukup.. sekarang anak-anak masuk bis..”

Setelah 2 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai, pembina segera menyuruh anak-anak untuk berbaris sebelum mereka mendirikan tenda, mereka harus meminta izin terlebih dahulu kepada penghuni hutan agar saat camping mereka tidak mendapat masalah disana.

Setelah selesai mereka mencari tempat yang sudah di tentukan pembina untuk mendirikan tenda.

**************

Agenda pada hari kedua ini adalah menjelajahi hutan. Kalian akan ditantang untuk menyelesaikan semua teka-teki yang sudah kami persiapkan. Kalian juga dituntut untuk selalu bersama dan kompak. Ok, apa kalian siap !!!

“Siap pak.!!

“dimulai dari kelompok 1, ke 2, ke 3, …… dan yang terakhir kelompok 20.

Pada waktu menjelajahi hutan JI Eun bersama kelompoknya adalah kelompok terakhir yang berangkat.

Waktu di tengah perjalanan Ji Eun yang berada di barisan paling belakang merasa tertarik dengan bunga yang ada di dekat sungai, tipa-tiba saja ada suara yang menyuruh Ji Eun kesana dan akhirnya Ji Eun pun mengikuti suara itu.

Saat berada di pos terakhir teman-teman JI Eun kebingungan karena Ji Eun tidak ada di rombongan.

“anak-anak silahkan berbaris dan berhitung..?

Anak-anak segera berbaris dan berhitung

“1,2,3,4,5,6,7,..?”

“lho kenapa cuma ada tujuh bukankah ada delapan orang tiap kelompok, siapa yang belum ada..?

Anak-anak segera memeriksa siapa yang belum ada dalam barisan, mereka semua terkejut saat memeriksa ternya yang tidak ada adalah JI Eun..

“Ji Eun….!” sahut anak-anak hampir bersamaan.

“Ji Eun, lalu dimana dia, apa dia sakit?”

“ sepertinya tidak Bu,?”

“lalu dimana dia, apa dia tertinggal dari barisan…?”

“aduh kami tidak tau Bu, ..?”

“baiklah kita akan coba mencarinya, Ibu akan perintahkan pembina-pembina yang lain untuk mencarinya..?”

Jang Wooyoung yang tidak sengaja mendengar pembicaraan para pembina, terkejut karena Ji Eun hilang.

“apa saya boleh ikut mencari Ji Eun, Bu…..?”

“boleh saja, tapi apa kamu tidak capek, bukanya kamu juga baru sampai..?”

“tidak apa-apa ,Bu karena dia adalah…..?”

“siapa, Wooyoung..?”

“sa..sa..sahabat saya, Bu.. ?” jawab Wooyoung dengan sedikit terbata-bata

“ehm benarkah… yasudah ayo segera kita cari Ji Eun sebelum malam tiba..!”

Para pembina yang berjumlah 11 orang ditambah Jang Wooyoung segera bergegas mencari Ji Eun.

******

Di lain tempat Ji Eun yang terpisah dari rombongan merasa bingung karena dia tidak membawa peta, atau pun kompas, dia hanya bisa menangis sambil memegang bunga yang dia petik tadi, sambil sesekali berteriak mencari teman-temannya.

“Neul hyo…. Hyun hyo….. Tae gi…..  Ki ki… Shin ah… Ri ah… Tae ri… kalian dimana… teman-teman kalian dimana?”

Hari yang mulai gelap membuat Ji Eun bertambah ketakutan. Apa lagi awan menunjukkan akan turunya hujan membuat Ji Eun bertambah kebingungan.

*****

Para pembina yang berpencar juga tak bisa menemukan Ji Eun. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke pos terakhir, dan akan mencari Ji Eun esok hari. Dan pada waktu para pembina sampai di pos mereka baru sadar kalau Jang Wooyoung juga belum kembali.

Wooyoung yang masih terus mencari Ji Eun, sesekali berteriak berharap Ji Eun mendengar dan membalas teriakannya.

“Ji Eun… kau ada dimana..?”

Tiba-tiba gerimis turun dan membuat Wooyoung semakin khawatir. Dia tak henti-hentinya berdoa agar Ji Eun dapat cepat ketemu.

“Tuhan tolong lindungi Ji Eun ,jangan biarkan dia sakit, dan segera pertemukan aku dengan dia Tuhan, dia pasti sangat ketakutan, Tuhan kumohon!”

“Ji Eun apa kau bisa dengar aku tolong jawab lah..?”

Wooyoung terus berjalan menyusuri jalan setapak yang telah dilaluinya tadi. Dia mulai menyerah karena tidak bisa menemukan Ji Eun. Tapi tanpa sengaja Wooyoung melihat Ji Eun yang bersandar di batu besar dan terlihat ketakutan sambil menangis.

“Ji Eun, apa itu kau…?”

“iya, Wooyoung tolong aku, dimana semuanya…?”

“mereka sudah sampai ke pos terakhir !”

“bagaimana keadaanmu.. apa kau baik-baik saja..?”

“aku baik-baik saja tapi aku sangat takut Oppa…!”

“lalu kenapa kau bisa tertinggal dari rombonganmu..?”

Lalu Ji Eun menceritakan semuanya kepada Wooyoung. Wooyoung pun mengerti dan mengajak  Ji Eun untuk kampai ke pos terakhir, namun saking takutnya Ji Eun sampai tidak bisa berjalan lagi. Jadi Wooyoung memutuskan untuk menggendong Ji Eun sampai ke pos.

**************

Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai juga di pos terakhir. Tapi Ji Eun yang dari tadi digendong Wooyoung ternaya pingsan karena kelelahan. Karena melihat Ji Eun yang pingsan, teman-teman yang lain segera membawa Ji Eun ke pondok yang ada di pos terakhir ini. Wooyoung yang juga kelelahan akhirnya pingsan setelah berjalan beberapa langkah dari Pondok tempat Ji Eun di rawat.

Teman-teman yang lain yang melihat Wooyoung jatuh pingsan segera menolong Wooyoung dan membawanya kepondok dimana Ji Eun dirawat. Dia dibaringkan di dekat Ji Eun dan membirkan mereka berdua beristirahat.

Ji Eun yang terbangun dan melihat Wooyoung dikompres langsung mendekati Wooyoung.

“Oppa, maafkan aku, aku telah membuatmu sakit untuk kedua kalinya.”

Ji Eun menangis disamping Wooyoung sambil memegang tangan Wooyoung yang terasa sangat dingin karena basah kuyup kehujanan. Ji Eun yang merasa bersalah mencoba merawat Wooyoung yang terlihat sangat lemah. Beberapa kali Ji Eun mengompres kening Wooyoung.

Saat Ji eun sedang mengganti air kompres untuk Wooyoung, ia tak tau jika Wooyoung sadar. Saat Ji Eun akan mengompres kening Wooyoung, tiba-tiba Wooyoung bangun dan menarik tangan Ji Eun hingga wajah mereka sangat dekat, Ji Eun yang kaget langsung memejamkan matanya dan saat Ji Eun membuka mata ternyata bibir Wooyoung sudah menempel dibibirnya, namun ini sedikit berbeda denagn ciuman pertama mereka, sekarang Ji  Eun tidak mendorong Wooyoung tapi berusaha agar Wooyoung merasa nyaman.

“gumawo Oppa..” ucap Ji Eun sedikit ragu-ragu

Wooyoung tidak membalas kata-kata Ji Eun dan hanya tersenyum sambil menatap Ji Eun yang pipinya merah karena malu.

Advertisements

2 thoughts on “as Long as You Love Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s